May 28, 2020

Fraksi PKB Sleman siap mendukung RMI untuk penanganan Pondok Pesantren terdampak Covid19

Santri Pulang Kampung Kena Screening Corona, 10 Masuk ODP - JPNN.com
Fraksi PKB DPRD Kabupaten Sleman melalui Ketua Fraksi FPKB Rahayu Widi Nuryani, SH.,MH melakukan koordinasi dengan PCNU Kabupaten Sleman terkait dengan penanganan para santri Pondok Pesantren di Kabupaten Sleman pasca lebaran menjelang dimulainya pembelajaran (awal sanah) di pondok pesantren yang biasanya di mulai di bulan Syawal.
Pembahasan aktivitas pesantren pasca lebaran dan persiapan new normal tersebut diwakili oleh pengurus Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) lembaga yang mengurusi pondok pesantren, sebagaimana disampaikan oleh RMI bahwa ada sekita 142 Pondok Pesantren di kabupaten Sleman yang terdampak Covid19. Fraksi dan PCNU Sleman sepakat jika pemerintah harus hadir untuk melindungi para santri di Kabupaten Sleman, dan Fraksi PKB berjanji akan menyampaikan aspirasi tersebut kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Sleman.
Salah satu usulan dalam koordinasi tersebut adalah dengan membuat protokol pesantren baik penanganan kedatangan santri dari luar daerah maupun proses pembelajaran di pondok pesantren pada masa pandemi Covid19 ini, dengan fasilitasi Pemerintah daerah Kabupaten Sleman. Beberapa pesantren bahkan belum berniat untuk memanggil kembali santrinya hingga masa tanggap darurat selesai dan ditetapkannya new normal di Kabupaten Sleman..
"Pemerintah diharap segera membuat rencana penanganan terhadap santri-santri pondok pesantren dan memfasilitasi adanya protokol new normal life untuk kalangan pesantren, baik dalam bentuk regulasi, penganggaran dan infrastruktur," terangnya, terang Wiratno, mewakili RMI Kabupaten Sleman.
Saat ini RMI sedang mendata para ustad dan guru pesantren yang terkena dampak langsung Covid-19 untuk diberikan tali asih kado lebaran untuk guru ngaji, donasi bekerjasama dengan para donatur peduli pesantren.
RMI juga menyampaikan hendaknya pemerintah melibatkan kalangan ormas yang memiliki jaringan akar rumput kuat untuk mesosialisasikan konsep new normal di Kabupaten Sleman tersebut khususnya Nahdlatul Ulama, Fraksi PKB yang notabene yang konstituennya adalah nahdliyin siap mengawal aspirasi RMI tersebut.

May 17, 2020

Kado lebaran RMI untuk guru ngaji tercinta

Sleman- Banyak kelompok masyarakat yang terdampak Pandemi covid19 yang luput dari perhatian pemerintah maupun para dermawan, salah satunya adalah para guru ngaji dan kaum rois dikampung-kampung. Peran mereka kadang tidak dianggap dan dinomor duakan padahal dari merekalah kita bisa mengenal Alif Ba Ta, dari mereka pulalah proses pemulasaran janasah dari mulai memandaikan hingga membacakan talqin di kuburan. 
Pandemi covid19 membuat para guru ngaji banyak yang libur karena tidak ada lagi proses ngaji di TPA maupun masjid-masjid,  banyak dari mereka tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan primernya seperti makan dan minum karena kehilangan pekerjaan dan tidak ada pemasukan.
Saat ini program-program pemerintah masih belum ada program khusus yang memikirkan para kaum rois dan guru-guru ngaji kita tercinta, untuk itu asosiasi pesantren NU (RMI PBNU) menginisiasi program “Kado Lebaran untuk Guru Ngaji Tercinta”.
Program disalurkan berupa paket sembako dan uang tunai kepada para kaum rois dan guru ngaji musola, masjid, pesantren, TPQ, Madin dst. Di Provinsi D.I.Yogyakarta program ini sudah didistribusikan 250 paket melalui PC RMI di 5 Kabupaten dan Kota. PC RMI Kota dibagikan langsung oleh Ketua PCNU Kota Yogyakarta sebanya 45 paket kepada para guru ngaji, untuk Kabupaten Gunung Kidul, Bantul, Kulon Progo dan Sleman dibagikan oleh masing-masing Ketua PC RMI kepada para guru ngaji dan kaum rois, pembagian dilaksanakan mulai hari Kamis,  14 Mei 2020 selama tiga hari hingga hari minggu 17 Mei 2020 berupa paket sembako dan uang tunai.  “Bantuan kado lebaran untuk guru ngaji tercinta ini jangan dinilai dari nominalnya, tetapi kepedulian RMI ini, semoga sedikit meringankan beban para guru ngaji”, papar Gus Miftah sebagai salah satu koordinator donatur program kado lebaran RMI tersebut.
Haru, senyum bahagia serta ucapan terima kasih disampaikan oleh para guru ngaji, mereka memberikan do’a semoga para donatur dan semua panitia diberikan kesehatan, serta rizki yang melimpah dan berkah.
Baru 250 paket dapat terdistribusi diseluruh DIY dan masih diusahakan tambahan lagi, untuk itu kepada para donator yang ingin bergabung dalam gerakan ini dapat memberikan donasi melalui Rekening BNI 0860332209 atas nama RMI NU, adapun laporan para penyumbang dan distribusi bisa dilihat di laman https://rmi-nu.or.id serta akun media sosial RMI NU dan Ayo Mondok.